Wanita memang menyimpan banyak misteri. Keberadaanya selalu menarik diperbincangkan. Jauh sebelum Islam muncul, wanita selalu dipandang sebelah mata, dijadikan budak para lelaki, bahkan tak punyak hak apapun. Ketika Islam diperkenalkan, wanita mulai memegang peran penting. Kaum hawa diberi hak yang layak, bahkan Allah memuliakan mereka. Tapi, kaum kafir dan munafik tak tinggal diam! Mereka menyerang pemikiran para Muslimah, dengan tujuan meruntuhkan keimanan mereka dan menghancurkan Islam setahap demi setahap.
Sebelumnya, bila kita melihat catatan sejarah. Wanita memiliki jejak kelam yang menyedihkan. Masyarakat Yunani kuno, tidak banyak menyinggung masalah hak wanita. Para wanita diperjualbelikan, tidak memiliki hak sipil, bahkan hak waris, dan pelacuran adalah hal yang lumrah ketika itu. Dalam pandangan pemuka Nasrani, ditemukan bahwa wanita adalah senjata Iblis untuk menyesatkan manusia. Bahkan hingga 1805, pemerintah Inggris mengeluarkan undang-undang yang mengakui hak suami untuk menjual istrinya.
Dalam masyarakat Arab Jahiliyah, mempunyai anak perempuan adalah suatu penghinaan. Kedatangan seorang anak perempuan adalah kematiannya, mereka dikubur hidup-hidup (At Takwir, 8-9). Sedangkan mereka yang selamat, akan hidup dalam kehinaan. Datangnya Islam di tanah Arab 14 abad yang lalu, nampaknya membawa angin segar bagi kaum hawa –tak hanya di Arab, tapi seluruh dunia. Islam datang dengan cahaya dan rahmat-Nya, kedudukan wanita pun diangkat, derajatnya dimuliakan, dan perbudakan atasnya dihapuskan. Wanita mulai mendapatkan perannya dimasyarakat, mereka memiliki peran penting dalam dakwah Islam ketika itu. Harkat dan martabat wanita diangkat, kedudukan mereka setara dengan laki-laki. Read More »